DAERAH
PENDIDIKAN
25 Mei 2026
21
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1
MIN 1 Rejang Lebong Angkat Budaya Lokal Lewat Tari “Lemea”
Rejang Lebong (Humas) – Kreativitas dan kecintaan terhadap budaya daerah ditunjukkan oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong melalui penampilan tari daerah bertajuk “Lemea” dalam kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (23/05). Penampilan yang dibawakan oleh siswa-siswi kelas 4A tersebut berhasil memukau para tamu undangan, wali murid, serta seluruh penonton yang hadir dalam acara.
Tari “Lemea” yang ditampilkan mengangkat salah satu makanan khas masyarakat Rejang Lebong, yaitu lemea, makanan tradisional yang terbuat dari fermentasi rebung bambu dan ikan. Melalui gerakan tari yang energik, kompak, dan penuh makna, para siswa berhasil memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada seluruh hadirin. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk upaya madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Suasana panggung semakin meriah ketika para penari tampil mengenakan busana bernuansa adat daerah dengan iringan musik tradisional yang memadukan unsur modern dan budaya lokal. Tepuk tangan penonton terus mengalir sepanjang pertunjukan berlangsung. Tidak sedikit wali murid yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka sebagai bentuk apresiasi atas penampilan para siswa.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi menyampaikan bahwa penampilan tari daerah dalam kegiatan madrasah merupakan salah satu langkah untuk melestarikan budaya lokal agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Ia mengaku bangga melihat antusias dan semangat para siswa dalam menampilkan tarian tersebut.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Tari Lemea ini menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal kepada generasi muda,” ujar Mufidatul Chairi.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Kurniati mengatakan bahwa penampilan tari daerah sengaja dipilih untuk memberikan warna tersendiri dalam acara tasyakuran dan pelepasan siswa. Menurutnya, penampilan seni budaya lokal mampu menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi seluruh peserta yang hadir.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras siswa dan guru pembimbing yang telah mempersiapkan penampilan ini dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini terus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah,” ungkap Kurniati.
Salah satu penari dari kelas 4A, Latifah mengaku senang dapat tampil di hadapan banyak penonton. Ia bersama teman-temannya telah berlatih secara rutin agar dapat memberikan penampilan terbaik dalam acara tersebut.
“Saya senang bisa ikut menari Lemea karena bisa mengenalkan makanan khas daerah kami kepada banyak orang. Walaupun sempat gugup, kami tetap semangat saat tampil,” tutur Latifah dengan penuh antusias.
Melalui penampilan tari “Lemea” tersebut, MIN 1 Rejang Lebong berharap siswa semakin mengenal dan mencintai warisan budaya daerah. Kegiatan tasyakuran dan pelepasan siswa tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal Rejang Lebong.
(Randi/Edwinsya)
Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


