Kepala KUA Curup Tengah Hadirkan Ketua MUI Rejang Lebong di Pengajian Rutin Polres
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Curup Tengah menghadiri sekaligus mengisi kegiatan pengajian rutin yang digelar di lingkungan Polres Rejang Lebong, Kamis (21/05). Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, turut menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong, KH. Muhammad Abu Dzar, Lc, MHI, sebagai penceramah utama untuk memberikan tausiah keagamaan kepada jajaran kepolisian dan peserta yang hadir.
Kegiatan pengajian rutin yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh jajaran anggota Polres Rejang Lebong. Kehadiran Ketua MUI Rejang Lebong diharapkan mampu memberikan siraman rohani dan motivasi spiritual guna meningkatkan kualitas keimanan serta integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Curup Tengah sekaligus Imam Polres Rejang Lebong, H. Bulkis, S.Th.I, MHI, menyampaikan bahwa sinergi antara KUA, MUI, dan institusi kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman, dan harmonis. Ia menegaskan bahwa pembinaan mental dan spiritual sangat dibutuhkan, terutama bagi aparat penegak hukum yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui pengajian rutin ini, kita berharap nilai-nilai keagamaan semakin tertanam kuat sehingga mampu menjadi landasan moral dalam menjalankan amanah dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Rejang Lebong, KH. Muhammad Abu Dzar, Lc, MHI, dalam tausiahnya menyampaikan sejarah qurban dalam agama Islam memiliki akar yang berhubungan dengan kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan putranya, Nabi Ismail (Ishmael), sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran. Kisah ini menjadi landasan sejarah bagi ibadah qurban yang dilakukan oleh umat Muslim.
"Didalam Al-Quran, Allah SWT menguji kesetiaan Nabi Ibrahim dengan memerintahkan beliau untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim, yang taat kepada Allah, bersedia melaksanakan perintah tersebut. Namun, ketika Nabi Ibrahim bersiap untuk mengorbankan putranya, Allah menggantikannya dengan seekor domba sebagai pengorbanan" Ujar Abu Dzar.
Suasana pengajian berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin baik antara tokoh agama dan institusi kepolisian dalam membangun masyarakat yang religius dan kondusif.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#BerkhidmatdanBersinergiUntukUmmat#
From : KUA Curup Tengah



